Search for collections on Repository UNIKS

PENGARUH KETINGGIAN FRUIT TRAP NANGKA SEBAGAI FEROMON ALAMI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros) DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT

-, KURNIA WANDANI (2025) PENGARUH KETINGGIAN FRUIT TRAP NANGKA SEBAGAI FEROMON ALAMI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros) DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT. Diploma thesis, Universitas Islam Kuantan Singingi.

[thumbnail of SKRIPSI FULL TEXT KURNIA WANDANI.pdf] Text
SKRIPSI FULL TEXT KURNIA WANDANI.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN KURNIA WANDANI.pdf] Text
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN KURNIA WANDANI.pdf - Other

Download (1MB)

Abstract

Hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) adalah salah satu hama utama
tanaman kelapa sawit, hama ini menyerang titik tumbuh yang mengakibatkan
patah dan membusuk. Pengendalian kumbang tanduk sangat penting dilakukan
dengan menggunakan feromon alami. Feromon adalah sejenis zat kimia yang
merangsang dan memiliki daya pikat seksual pada jantan dan betina. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketinggian perangkap kumbang
tanduk (Oryctes rhinoceros) dengan menggunakan feromon alami pada tanaman
kelapa sawit menghasilkan, penelitian ini telah dilaksanakan di perkebunan kelapa
sawit di Desa Simpang Raya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan
Singingi yang di kelolai oleh KUD Tupan Tri Bhakti. Penelitian ini di laksanakan
pada tanaman menghasilkan dengan umur 3-4 tahun berlangsung pada bulan
Oktober 2024 selama 30 hari. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 4 perlakuan yaitu
P1 (Ketinggian 1 meter), P2 (Ketinggian 1,5 meter), P3 (Ketinggian 2 meter), P4
(Ketinggian 2,5 meter). Berdasarkan hasil penelitian selama 1 bulan tertangkap
sebanyak 37 ekor kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) di perkebunan kelapa
sawit KUD Tupan Tri Bhakti, dengan total kumbang tanduk terperangkap
tertinggi pada perlakuan P3 dan P4 dengan masing-masing 11 ekor, dan yang
terendah pada perlakuan P2 yaitu 6 ekor. Hasil kumbang tanduk jantan
terperangkap tertinggi pada perlakuan P3 dengan total terperangkap 4 ekor, dan
kumbang tanduk betina terperangkap tertinggi pada perlakuan P4 dengan total
terperangkap 8 ekor dengan seks rasio 1:2,08. Terdapat serangga lain yang
terperangkap yaitu kumbang Amphimallon solstitiale dan kumbang Rhomborhina.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Fruit Trap, Nangka, Kelapa Sawit, Kumbang Tanduk.
Subjects: Teknologi > Pertanian dan Teknologi Berkaitan > Tanaman Ladang , Perkebunan
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Unnamed user with email pustakauniks@gmail.com
Date Deposited: 24 Aug 2026 07:03
Last Modified: 24 Aug 2026 07:03
URI: https://repository.uniks.ac.id/id/eprint/1335

Actions (login required)

View Item
View Item