Search for collections on Repository UNIKS

ANALISIS PERBANDINGAN PENGUKURAN DAERAH IRIGASI MENGGUNAKAN THEODOLITE DAN WATERPASS (STUDI KASUS DANAU WISATA KOTO KARI)

-, ASRIGO AIDIL RADES (2025) ANALISIS PERBANDINGAN PENGUKURAN DAERAH IRIGASI MENGGUNAKAN THEODOLITE DAN WATERPASS (STUDI KASUS DANAU WISATA KOTO KARI). Diploma thesis, Universitas Islam Kuantan Singingi.

[thumbnail of skripsi FULL TEXT Asrigo Aidilrades.pdf] Text
skripsi FULL TEXT Asrigo Aidilrades.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of SKRIPSI Tampa Pembahasan Asrigo Aidilrades.pdf] Text
SKRIPSI Tampa Pembahasan Asrigo Aidilrades.pdf - Other

Download (2MB)

Abstract

Indonesia memiliki curah hujan tinggi namun mengalami musim kemarau,
sehingga sistem irigasi efektif diperlukan untuk mendukung produktivitas
pertanian. Pengukuran daerah irigasi penting untuk perencanaan, pembangunan,
dan pengelolaan sistem irigasi, termasuk identifikasi batas wilayah, kontur lahan,
dan posisi bangunan irigasi. Theodolite digunakan untuk mengukur pergeseran
horizontal dan vertikal, sedangkan waterpass mendeteksi perubahan elevasi atau
penurunan tanah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbandingan
pengukuran di daerah irigasi Danau Wisata Koto Kari, yang terletak di Provinsi
Riau, Kabupaten Kuantan Singingi, Kecamatan Kuantan Tengah, dengan fokus
pada kondisi medan miring.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
komparatif, dilakukan di Danau Wisata Koto Kari pada area irigasi dengan kontur
medan miring. Pengumpulan data primer melalui pengukuran langsung
menggunakan theodolite dan waterpass pada 6 titik patok, mencakup pembacaan
benang, sudut horizontal/vertikal, jarak optis, dan beda tinggi. Data sekunder
diperoleh dari literatur terkait. Analisis data meliputi perbandingan hasil
pengukuran jarak dan beda tinggi, perhitungan luasan poligon tertutup, serta
evaluasi faktor-faktor seperti kondisi alat, teknik pengukuran, lingkungan,
topografi, dan manusia.Perbandingan pengukuran jarak: Selisih rata-rata antara
theodolite dan waterpass adalah 0,0241 m, dengan selisih per titik berkisar 0 m
hingga 0,05 m. Theodolite menunjukkan akurasi lebih tinggi pada jarak
panjang.Perbandingan pengukuran beda tinggi: Selisih rata-rata adalah 0,2128 m,
dengan selisih per titik berkisar 0,014 m hingga 0,707 m. Theodolite lebih akurat
untuk jarak panjang, sedangkan waterpass cocok untuk jarak pendek.Perhitungan
luasan: Luasan poligon tertutup menggunakan theodolite adalah 1,7655 m2
(1,7655 hektar), dan menggunakan waterpass adalah 1,7467 m2 (1,7467 hektar),
dengan selisih kecil yang menunjukkan konsistensi hasil.Faktor-faktor yang
mempengaruhi: Kondisi alat (kalibrasi, stabilitas), teknik pengukuran, lingkungan
(suhu, angin, vegetasi), topografi (kemiringan, hambatan visual), dan manusia
(keterampilan operator).
Theodolite memberikan akurasi lebih tinggi untuk pengukuran jarak dan
beda tinggi pada medan miring dibandingkan waterpass, terutama untuk jarak
panjang, namun waterpass lebih sederhana dan efisien untuk jarak pendek. Selisih
hasil pengukuran relatif kecil, menunjukkan kedua alat dapat digunakan secara
komplementer. Luasan daerah irigasi diperkirakan sekitar 1,76 hektar berdasarkan
perhitungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memilih alat
berdasarkan kebutuhan akurasi dan kondisi lapangan, serta saran untuk
memperbaiki pengukuran melalui kalibrasi alat, pengaturan yang tepat, dan
pertimbangan faktor eksternal seperti cuaca dan topografi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pengukuran irigasi, theodolite, waterpass, medan miring, akurasi pengukuran,Danau Wisata Koto Kari.
Subjects: Teknologi > Ilmu Teknik
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Unnamed user with email pustakauniks@gmail.com
Date Deposited: 27 Aug 2026 07:23
Last Modified: 27 Aug 2026 07:23
URI: https://repository.uniks.ac.id/id/eprint/1355

Actions (login required)

View Item
View Item