Search for collections on Repository UNIKS

PERAN MEDIATOR (HAKIM MEDIATOR DAN MEDIATOR NON- HAKIM) PADA PENYELESAIAN PERKARA CERAI TALAK PADA TAHAP MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA TELUK KUANTAN

-, SANI SALPIA (2026) PERAN MEDIATOR (HAKIM MEDIATOR DAN MEDIATOR NON- HAKIM) PADA PENYELESAIAN PERKARA CERAI TALAK PADA TAHAP MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA TELUK KUANTAN. Diploma thesis, Universitas Islam Kuantan Singingi.

[thumbnail of skripsi full text SSani Salpia.pdf] Text
skripsi full text SSani Salpia.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
[thumbnail of SANI SALPIA RINGKASAN SKRIPSI  - Sani Salpia.pdf] Text
SANI SALPIA RINGKASAN SKRIPSI - Sani Salpia.pdf - Other

Download (3MB)

Abstract

Dalam kehidupan rumah tangga, tidak semua hubungan suami istri berjalan
sesuai harapan. Permasalahan seperti faktor ekonomi, komunikasi yang kurang
baik, maupun konflik yang berulang sering berujung pada perceraian, khususnya
cerai talak di lingkungan Peradilan Agama. Dalam perkara tersebut, mediator hakim
dan mediator non-hakim berperan mengupayakan perdamaian para pihak.Mediasi
merupakan tahapan wajib dalam perkara cerai talak sebagaimana diatur dalam
PERMA Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Namun,
dalam praktiknya, pelaksanaan mediasi belum optimal karena mediator masih
menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan perannya.Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis peran mediator hakim dan mediator non-hakim dalam
penyelesaian perkara cerai talak di Pengadilan Agama Taluk Kuantan serta
mengidentifikasi kendala yang dihadapi mediator. Metode yang digunakan adalah
penelitian hukum sosiologis (empiris) dengan pendekatan kualitatif melalui
wawancara dan studi kepustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediator
hakim dan mediator non-hakim telah melaksanakan perannya sesuai dengan
ketentuan PERMA Nomor 1 Tahun 2016 yaitu diantaranya sebagai pihak ketiga
yang netral yang memfasilitasi proses mediasi antara para pihak. Mediator berperan
menciptakan suasana yang kondusif, membangun komunikasi yang efektif. Serta
kendala yang dihadapi berasal dari faktor para pihak dan faktor teknis berupa
keterbatasan waktu mediasi, tingginya beban kerja mediator hakim, terbatasnya
jumlah mediator non-hakim, serta kesulitan membangun komunikasi dan
kepercayaan para pihak.Secara keseluruhan, peran mediator hakim dan mediator
non-hakim sangat penting dalam mendukung penyelesaian perkara cerai talak
secara damai, namun masih memerlukan optimalisasi agar pelaksanaan mediasi
lebih efektif.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Mediator, Mediasi, Cerai Talak, Pengadilan Agama Taluk Kuantan
Subjects: Ilmu Pengetahuan Sosial > hukum
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with email pustakauniks@gmail.com
Date Deposited: 12 Oct 2026 07:25
Last Modified: 12 Oct 2026 07:25
URI: https://repository.uniks.ac.id/id/eprint/1528

Actions (login required)

View Item
View Item