Search for collections on Repository UNIKS

ANALISIS HUKUM MEDIASI DALAM PERKARA GUGAT CERAI DI PENGADILAN NEGERI TELUK KUANTAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

-, BERDO ALKAN (2026) ANALISIS HUKUM MEDIASI DALAM PERKARA GUGAT CERAI DI PENGADILAN NEGERI TELUK KUANTAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI. Diploma thesis, Universitas Islam Kuantan Singingi.

[thumbnail of Skripsi Full Berdo - Kuansing Smartphone.pdf] Text
Skripsi Full Berdo - Kuansing Smartphone.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of Ringkasan Skripsi Berdo - Kuansing Smartphone.pdf] Text
Ringkasan Skripsi Berdo - Kuansing Smartphone.pdf - Other

Download (1MB)

Abstract

Meningkatnya angka perceraian di Indonesia mendorong pentingnya
optimalisasi mekanisme penyelesaian sengketa melalui mediasi di pengadilan.
Dengan rumusan masalah, Apa saja faktor penghambat dalam pelaksanaan
mediasi dalam perkara gugat cerai di pengadilan negeri teluk kuantan? Bagaimana
pertimbangan hakim dalam pelaksanaan mediasi di pengadilan negeri teluk
kuantan?, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Apa saja faktor penghambat
dalam pelaksanaan mediasi dalam perkara gugat cerai di Pengadilan Negeri Teluk
Kuantan serta mengidentifikasi pertimbangan hakim dalam pelaksanaannya.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum sosiologis (empiris)
dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara, observasi, dan studi
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan mediasi dalam
perkara gugat cerai di Pengadilan Negeri Teluk Kuantan belum berjalan secara
efektif. Hal ini disebabkan oleh rendahnya itikad baik para pihak untuk berdamai,
keterbatasan jumlah dan kualitas mediator, keterbatasan waktu pelaksanaan
mediasi, serta adanya faktor psikologis dan sosial budaya yang mempengaruhi
para pihak. Selain itu, mediasi seringkali hanya dilaksanakan sebagai formalitas
administratif untuk memenuhi ketentuan hukum acara. Pertimbangan hakim
dalam pelaksanaan mediasi lebih berorientasi pada pemenuhan ketentuan
prosedural sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1
Tahun 2016, namun belum sepenuhnya memperhatikan aspek sosiologis dan
psikologis para pihak. Secara keseluruhan, pelaksanaan mediasi belum mampu
mencapai tujuan utama sebagai sarana penyelesaian sengketa secara damai,
sehingga diperlukan peningkatan kualitas mediator serta pendekatan yang lebih
humanis agar mediasi dapat berjalan lebih efektif.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Analisis Mediasi, Gugat Cerai, Pengadilan Negeri.
Subjects: Ilmu Pengetahuan Sosial > hukum
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with email pustakauniks@gmail.com
Date Deposited: 20 Oct 2026 03:30
Last Modified: 20 Oct 2026 03:30
URI: https://repository.uniks.ac.id/id/eprint/1642

Actions (login required)

View Item
View Item