Riandi, Saputra (2024) UJI EFEKTIVITAS BERBAGAI DOSIS JAMUR Metarhizium anisopliae DENGAN MEDIA JANJANG KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP LARVA Oryctes rhinoceros DI PERKEBUNAN PT. TRI BAKTI SARIMAS. Diploma thesis, Universitas Islam Kuantan Singingi.
![[thumbnail of SKRIPSI FULL RIANDI SAPUTRA.pdf]](http://repository.uniks.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
SKRIPSI FULL RIANDI SAPUTRA.pdf - Other
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
![[thumbnail of RINGKASAN SKRIPSI RIANDI SAPUTRA.pdf]](http://repository.uniks.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
RINGKASAN SKRIPSI RIANDI SAPUTRA.pdf - Other
Download (606kB)
Abstract
Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki peran penting
bagi perekonomian nasional dan sebagai bahan baku dalam produksi crude palm oil
(CPO). CPO digunakan sebagai bahan baku produksi minyak, minyak kelapa sawit
memiliki keistimewaan yakni kandungan kolestrolnya tergolong rendah sehingga baik
untuk digunakan untuk kebutuhan pangan. Untuk menjaga stabilitas produksi kelapa
maka dilakukan perawatan seperti menjaga dari serangan Organisme Pengganggu
Tanaman (OPT) dan Pemupukan. Salah satu hama utama kelapa sawit adalah Oryctes
rhinoceros, pengendalian yang aman untuk hama ini adalah dengan pengendalian hayati
menggunakan jamur M.Anisopliae Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan
M.Anisopliae dalam berbagai dosis pengendalian hama kumbang tanduk diperkebunan
kelapa sawit PT TBS. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari 2024 – Maret 2024,
menggunakan meotde Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial, yang terdiri
dari 5 taraf pemberian dosis yaitu D1 (M.Anisopliae 60 gr/ 3 kg Jangkos), D2
(M.Anisopliae 90 gr/ 3 kg Jangkos), D3 (M.Anisopliae 120 gr/ 3 kg Jangkos), D4
(M.Anisopliae 150 gr/ 3 kg Jangkos), D5 (M.Anisopliae 180 gr/ 3 kg Jangkos) masing�masing perlakuan di ulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 15 plot percobaan, 1 plot
berisi 3 larva Oryctes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian formulasi
M.Anisopliae memberi pengaruh nyata terhadap persentasi mortalitas larva. Perlakuan
terbaik terdapat pada perlakuan D5 dengan hasil persentasi mortalitas yaitu 100%.
Perlakuan D5 hari tercepat menginfeksi larva yaitu 12,22 hari. Jamur Metarhizium
menghambat larva menjadi pupa.Gejala infeksi Metarhizium yakni gerakan melamban,
bentuk tubuh kaku dan mengeras, permukaan tubuh ditumbuhi hifa jamur berwarna putih
dan kemudian berubah warna menjadi hijau.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Kelapa sawit, Metarhizium anisopliae, Oryctes rhinoceros |
Subjects: | Teknologi > Pertanian dan Teknologi Berkaitan > Tanaman Ladang , Perkebunan |
Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
Depositing User: | Unnamed user with email pustakauniks@gmail.com |
Date Deposited: | 13 Jan 2025 08:25 |
Last Modified: | 13 Jan 2025 08:25 |
URI: | http://repository.uniks.ac.id/id/eprint/731 |